MOTIVASI SUKSES,




Kalau Anda mendengarkan siaran saya di Sonora FM hari Senin lalu, saya membahas dan bercerita tentang Kepedulian. Di minggu ini, kami banyak membahas tentang Kepemimpinan. Dan menurut saya, salah satu hal yang harus ada dalam diri seorang pemimpin adalah kepeduliannya terhadap orang lain/orang yang dipimpin. Karena itu, saya juga ingin membagikannya kepada Anda, karena saya percaya Anda memiliki mental dan karakter seorang pemimpin. Setuju?

Mari, kita simak cerita berikut ini yang merefleksikan apa makna kepedulian itu dan betapa banyaknya orang yang membutuhkan kepedulian kita. Sekecil apa pun kepedulian kita kepada orang lain (tidak harus untuk yang tidak mampu secara financial, tapi bisa juga rekan dan keluarga kita), hal itu bisa jadi sangat berarti untuk mereka. 


Jadi, jangan tunda lagi sikap peduli Anda. Mari, menjadi pemimpin yang peduli...!!!


Salam Hangat, Luar Biasa..!!!


========================================================

Alkisah, pada suatu hari di sebuah sekolah, dalam sebulan minimal sekali, pasti diadakan pemeriksaan tas para siswa. Pihak sekolah menertibkan dan merazia barang-barang yang dianggap tidak mendukung kelancaran belajar mengajar di sekolah.

Semua ruangan kelas, tanpa terkecuali diperiksa satu persatu. Saat tim pemeriksa masuk ke dalam kelas terakhir, tiba-tiba ada seorang siswi yang tampak gelisah. Tangannya berkeringat dan wajahnya pun memerah. Padahal di kelas dia dikenal sebagai siswi yang rajin, baik, cerdas, walaupun sedikit pendiam dan terkesan pemalu. 


Siswi itu, tidak seperti biasanya, membawa tas yang ukurannya cukup besar. Ia mati-matian menjaga tasnya sambil memohon dengan terisak dan suara memelas, “Tolong, Pak, Bu. Jangan buka tas saya. Di dalam tidak ada benda yang melanggar peraturan. Sumpah. Please...” Dan seketika, hebohlah kelas itu. Mereka saling berpandangan sambil curiga, pasti ada sesuatu yang rahasia di balik tas itu. 


Menanggapi situasi tersebut, siswi itu pun dipanggil ke ruangan kepala sekolah. Dengan kepala tertunduk dan tas di pelukan, ia pun digelandang keluar kelas.  


Bersama semua tim pemeriksa, mereka ke ruang kepala sekolah. Setelah mendengarkan laporan dari tim pemeriksa, dengan lemah lembut kepala sekolah berkata, “Anakku, sebenarnya apa isi tas itu? Ibu tidak memaksa, hanya ingin kejujuranmu." Wajah cantik itu kembali memerah.


Dengan diam dan perlahan, siswi itu membuka dan mengeluarkan isi tasnya. Selain perlengkapan sekolah, tampak kue-kue kecil terbungkus rapi di dalam suatu kotak. “Maafkan saya Bu. Saya bukannya ingin membangkang perintah dengan tidak membuka tas, tetapi saya tidak berani menanggung malu di depan teman-teman sekelas. Kebetulan ini hari pertama saya berjualan kue, sepulang sekolah nanti, untuk membantu ekonomi keluarga. Ayah kami sedang sakit....” ujar remaja putri itu dengan nada lirih dan berlinang air mata.


Seisi ruangan itu tercekat. Mereka menyesali,  justru di lingkungan terdekat mereka, ada siswa yang berada dalam kondisi memerlukan bantuan, namun mereka tidak mengetahui apalagi membantunya.


“Nak, tidak perlu merasa malu untuk hal ini... justru kamu bisa menjadi teladan karena niat, usaha, dan kepedulianmu untuk membantu keluarga. Maafkan Ibu dan sekolah karena baru menyadari kondisimu ini,” ujar Ibu Kepala Sekolah.


Netter yang Luar Biasa,


Sesungguhnya, peduli dan niat untuk memberi, bukan karena kita telah kaya, punya harta berlebih, baru bisa peduli dan membantu orang lain.


Peduli dan memberi, terutama kepada orang-orang di sekeliling kita adalah sikap terpuji yang mendekatkan jarak antar manusia.Tak peduli seberapa kadarnya, entah banyak atau sedikit, kepedulian akan membawa dampak kebaikan pada lingkungan dan akan membukakan lebih banyak pintu sukses bagi si pemberi.  



Mari, lebih peduli!
Salam hangat luar biasa...!!!


CARA BERGABUNG PADA BINARY COM

2 komentar:

  1. Mau Branding usaha makan Anda?
    Gampang kok.. Coba aja beli Dus Makanan di Greenpack. Free Cetak lho...

    ReplyDelete
  2. Thank's Boss atas tawarannya, untuk sementara belum...
    Salam sukses....

    ReplyDelete

 
Top